Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Go down

Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Post by d12kt on Thu Oct 16, 2008 6:50 am

Akhir-akhir ini lagi santer-santernya berita tentang krisis ekonomi di AS yang juga beimbas ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Kenapa ya Indonesia koq ikut terbawa ke dalam krisis, apa karena kita juga menganut sistem ekonomi kapitalis? silahkan para ahli ekonomi meneliti, sudah terbukti bahwa sistem ekonomi kapitalis yang hampir bebas sebebas-bebasnya tapi kenyataannya hanya membawa kemakmuran segelintir pemodal besar. Dari Today Dialog di MetroTV kemarin disimpulkan Indonesia harus merubah sistem ekonominya kalau tidak ingin terjadi krisis lagi di masa yang akan datang (masak mau masuk ke dalam lubang yang sama beberapa kali!!). Ditawarkan juga alternatif sistem ekonomi syariah untuk dicoba.
Dalam kasus yang mudah diketahui sistem syariah adalah memakai sistem bagi hasil bukan sistem bunga.
Contoh gampang Bank Syariah, kebetulan saya juga punya rekeningnya & pernah saya bandingkan dengan saldo yang sama ternyata bagi hasil bank syariah lebih besar nilainya dari bunga bank konvensional. Dan bahkan jika saldo cuma < 2jt maka bunga bank konvensional lebih kecil dari biaya administrasinya akibatnya saldo berkurang terus, beda dgn bank syariah masih akan memberikan bagi hasil & saldo akan bertambah meskipun sedikit. Masihkah anda sangsi & alergi dengan sistem ekonomi syariah?

d12kt

Posts : 3
Join date : 2008-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Post by Pangeran Benowo on Thu Oct 16, 2008 10:02 am

d12kt wrote:
Dalam kasus yang mudah diketahui sistem syariah adalah memakai sistem bagi hasil bukan sistem bunga.
Contoh gampang Bank Syariah, kebetulan saya juga punya rekeningnya & pernah saya bandingkan dengan saldo yang sama ternyata bagi hasil bank syariah lebih besar nilainya dari bunga bank konvensional. Dan bahkan jika saldo cuma < 2jt maka bunga bank konvensional lebih kecil dari biaya administrasinya akibatnya saldo berkurang terus, beda dgn bank syariah masih akan memberikan bagi hasil & saldo akan bertambah meskipun sedikit.

Saya sangat awam masalah ekonomi, yang saya tahu hanyalah hukum permintaan dan penawaran pasar, itu saja.
Kalau masyarakat masih banyak yang sangsi dengan konsep ekonomi syariah, itu pasti ada sebabnya. Salah satunya adalah bahwa masih banyak yang tidak paham konsep syariah itu seperti apa, bahkan dikalangan yang menyetujuinya.
Kebanyakan cuma tahu bahwa konsep syariah adalah bagi hasil, sama seperti halnya masyarakat memahami bahwa sosialisme adalah komunisme yang ateis.
(satu hal menurut saya, bahwa konsep sosialisme tidak harus menganut paham komunis yang atheis. Karena sosialisme dan komunisme adalah dua hal yang berbeda)

Satu hal yang anda contohkan adalah rekening tabungan dan deposito. Bagaimanakah bila untuk perhitungan kredit. Untuk kredit usaha misalnya. Saat dipakai untuk usaha, ternyata usahanya bangkrut. Tentu saja dengan asumsi bahwa kredit tersebut menjadi kredit macet. Padahal uang kredit yang disalurkan adalah uang nasabah juga. Bagaimana dengan hal ini, apakah ada konsep bagi rugi juga?
Mohon pencerahannya boss, karena saya yakin, bahwa konsep syariah itu tentu saja tidak hanya sesederhana itu.

Jadi, pertanyaan ini
d12kt wrote:Masihkah anda sangsi & alergi dengan sistem ekonomi syariah?
mungkin masih perlu ditelaah lebih lanjut.

Pangeran Benowo

Posts : 11
Join date : 2008-10-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Post by d12kt on Fri Oct 17, 2008 8:33 am

Sebenarnya saya juga bukan ekonom hanya pengamat warung kopi hee...hee...Berikut artikel tentang Manajemen Kredit Syari'ah Bank Muamalat : www.fiskal.depkeu.go.id


Risiko Bank Syariah sebetulnya lebih kecil dibanding bank

konvensional. Bank Syariah tidak akan mengalami negative spread, karena dari dana yang dikucurkan untuk pembiayaan akan diperoleh pendapatan, bukan bunga seperti di bank biasa. Sementara untuk deposan, Bank Syariah tidak memberikan bunga melainkan sistem bagi hasil atau mudharabah.

Jika pendapatan dari kredit atau dalam Bank Syariah disebut murabahah

ditetapkan 10 persen, maka pada mudharabah (sistem bagi hasil) akan ditetapkan angka lebih rendah. Selisihnya merupakan pendapatan bank sebagai biaya jasa. Risiko Bank Syariah terhadap transaksi foreign exchange juga rendah karena, pada Bank Syariah transaksi valas hanya diizinkan dalam bentuk transaksi spot. Sementara forward dan swap

tidak diizinkan karena bersifat gambling. (Karim, 2003).

Aspek-aspek lainnya yang perlu diperhatikan dalam penilaian kredit,

yang menyangkut kegiatan usaha calon debitur (Siamat:1999), antara lain :

1. Aspek pemasaran. Menyangkut kemampuan daya beli masyarakat,

keadaan kompetisi, pangsa pasar, kualitas produksi dan lain sebagainya.

2. Aspek teknis. Meliputi kelancaran produksi, kapasitas produksi, mesin dan peralatan, ketersediaan dan kontinuitas bahan baku

3. Aspek manajemen. Meliputi struktur dan susunan organisasi, termasuk

pengalaman anggota dan pola kepemimpinan manajemen.

4. Aspek yuridis. Meliputi status hukum badan usaha, kelengkapan izin usaha dan legalitas barang jaminan.

5. Aspek sosial ekonomi. Meliputi keadaan keuangan perusahaan debitur

yang dibiayai

Karim (2003), mengemukakan bahwa pada sisi kredit, dalam aturan

syariah bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah sebagai pembeli

(murabahah). Mekanisme seperti itu, akan mencegah kemungkinan dana kredit digunakan untuk transaksi spekulasi, atau untuk jual beli valas. Jika terjadi default, bank mudah mendapatkan dananya kembali karena ada aset yang nilainya jelas berupa sejumlah kredit yang dikucurkan. Dalam Bank Syariah, karakter nasabah (personal guarantee) lebih dinomorsatukan, ketimbang cover guarantee berupa aset. Debitor yang dinilai tidak cacat hukum dan kegiatan usahanya baik akan mendapat prioritas

Resiko lain yang dapat ditimbulkan oleh piutang adalah pada penerimaan bersih (earning after taxes). Semakin besar jumlah piutang dan jumlah piutang tak tertagih (bad debt) yang dimiliki badan usaha, akan menyebabkan semakin kecil penerimaan bersih yang mampu diperoleh badan usaha, baik lembaga keuangan maupun bank. Mengingat bahwa piutang sangat berpengaruh terhadap kestabilan usaha, maka piutang perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen piutang, antara lain :

1. Credit policy.

Kebijakan kredit ini menyangkut bagaimana jangka waktu penetapan piutang, besarnya piutang dan penetapan cara-cara pembayaran oleh debitur

2.Credit scoring.

Hal ini berkaitan dengan penilaian kredit dan pemberian ranking (pengelompok piutang).

3.Credit standard.

Standar atau patokan terhadap pemberian ranking dalam penilaian kredit bank

d12kt

Posts : 3
Join date : 2008-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Post by Pangeran Benowo on Thu Oct 23, 2008 9:38 am

d12kt wrote:Sebenarnya saya juga bukan ekonom hanya pengamat warung kopi hee...hee...Berikut artikel tentang Manajemen Kredit Syari'ah Bank Muamalat : www.fiskal.depkeu.go.id
Saya pernah coba memperhatikan hal tersebut. Pendapat saya adalah bahwa konsep seperti itupun sebenarnya telah dilaksanakan seluruh lembaga keuangan, baik itu sebagai bank ataupun yang lain seperti misalnya lembaga pembiayaan. Bahkan sampai saat ini.
Dalam pelajaran menejemen, bahwa konsep 5C (Character, Capital, Capacity, Collateral dan Condition of Economy) dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan atas Kebijakan dan Menejemen Kredit.
Jadi menurut pendapat saya, bahwa konsep syariah (dalam hal ini perbankan, karena yang dicontohkan di posting sebelumnya hanyalah konsep Simpan dan Pinjam, bukan konsep Syariah secara makro) yang sekarang sedang digandrungi adalah alias dari konsep yang saat ini berjalan, yang notabene katanya adalah konsep kapitalis.
Yang membedakannya hanya perubahan kata bunga menjadi bagi hasil.

Kalau anda pernah/sedang kerja di bank/lembaga pembiayaan, maka anda akan mengenal istilah SPREAD, bisa diterjemahkan sebagai selisih suku bunga. Hal ini seperti yang disebut sebagai murabahah dan mudharabah.

Jadi, menurut saya, penjelasan konsep syariah yang anda sertakan adalah sebenarnya sebuah penjelasan yang sebenarnya telah ada dan telah dilaksanakan sebelumnya. Alias gak ada bedanya dari sistem kapitalis yang saat ini berlangsung.

Pertanyaan yang belum terjawab adalah bahwa "Adakah sistem bagi rugi bila memang dana kredit tersalur tidak bisa kembali?"

Pangeran Benowo

Posts : 11
Join date : 2008-10-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Ekonomi kapitalis & liberalis sudah runtuh, masihkah Indonesia memakainya?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum